Jumat, 25 Maret 2016

MERAJUT KEMBALI PANJI-PANJI *NUSANTARA*

Merajut Kembali Panji-Panji Nusantara* Bagian 1469ByNaga Samudraon23 Maret 2016Analisis=================================MEMANCING NAGA TURUN GUNUNG=================================Ada istilah, kejujuran adalah hal yang terpenting di dunia ini dalam sikap bersahabat atau berhubungan.Tanpa kejujuran maka apalah artinya menjalinkan sebuah persahabatan atau perhubungan.Bangsa Indonesia sudah pernah mengalaminya beberapa kali tikaman dari belakang oleh negara sahabat.Maafkanlah orang yang menyakitimu tapi jangan terus mempercayainya,karena untuk menjadi kuda yang tangguh, keledai tidak boleh jatuh lagidi lubang yang sama.Atau dalam istilah anak alay ada perkataan yang berbunyi ” tidak ada kata damai”.Negara Rusia telah ditikam dari belakang oleh sahabatnya Turki.Dalam operasi penghapusan terhadap gerombolan ISIS di Suriah, Turkisebelumnya berjanji tidak akan mencampuri urusan serangan udara Rusiadi wilayah Suriah.Alasannya banyak kepentingan kedua negara yang bertindih di Suriah, dan juga hubungan erat kerjasama antara kedua negara yang melibatkanbidang ekonomi dan ketentaraan.Tapi karena tekanan dari USA dan Eropa, maka Turki berpaling muka dengan menembak jatuh sebuah pesawat tempur Rusia di perbatasan Turki – Suriah.Dan Rusia pun meradang dengan mengirimkan alat-alat perangnya yang canggih untuk berencana menghukum Turki, tapi rencana hanya tinggal rencana, hukuman yang dijangka luar biasa dahsyat seperti pemboman oleh USA dan sekutu terhadap Iraq ternyata hanya gertakan sambal saja.Rusia tidak akan mengorbankan kepentingan ladang bisnesnya di Turki yang USA sendiri tidak bisa mendapatkannya.Walaupun Rusia telah mengenakan embargo pemasokan pipa minyak ke Turki, tapi hal tersebut hanyalah sandiwara Rusia untuk menutupi rasa malunya terhadap dunia internasional.Kejadian kemarin di perairan Natuna juga mencerminkan sedemikian walaupun serupa tapi tak sama.Strategi China yang diam-diam menghanyutkan dalam klaim sembilan garisan titik putus-putus, yang direalisikan oleh para nelayan mereka dengan seenaknya melenggang kangkung mencuri ikan di zona teritorial Indonesia perairan Natuna, adalah bukti nyata ketidakjujuran China dalam bersahabat dengan Indonesia.Kapal-kapal perang peronda pantai mereka dengan angkuh dan sombong kerap kali unjuk kekuatan terhadap kapal-kapal peronda kita.Apa yang patut dijadikan bahan analisa adalah, negara China sangat berkomitmen menjaga dan melindungi para nelayannya.Hampir di tiap-tiap wilayah laut zona ekonomi eksklusif di wilayah sengketa Laut China Selatan ( LCS ), dimana ada nelayan china maka pasti akan ada kapal perang peronda pantai mereka yang menjaganya.Ini sebenarnya bukan fenomena yang biasa, ada maksud tersembunyi yang yang luar biasa dan sudah tentu masuk dalam skenario pemerintahChina.Sudah banyak kali kejadian nelayan China kepergok mencuri ikan di perairan Indonesia.Apa yang menjadi tanda tanya adalah, seakan-akan kita berlembut hatidengan nelayan China atau tidak mau berkonflik langsung dengan kapal perang China, tapi justru garang dengan nelayan negara lain seperti Malaysia,Thailand,Vietnam,Myanmar dan Pilipina.Bahkan minggu kemarin TNI AL telah menangkap kapal ikan terbesar yang diburu oleh Interpol di 11 negara, kapal ikan asal Nigeria tersebutdiledakkan di perairan Pangandaran – Jawa barat.Juga kemarin TNI AL telah menembaki nelayan asal Taiwan di selat Malaka.Agenda China yang mengklaim sepihak kawasan Laut China Selatan telah memeranjatkan seluruh dunia.China beranggapan, bahwa Laut China Selatan merupakan wilayah kedaulatannya.China berpedoman pada latar belakang sejarah China kuno tentang peta wilayah kedaulatan China.Menurut China, pulau-pulau dan wilayah laut china selatan ditemukan oleh pendahulu China yakni dinasti Han sejak 2 abad sebelum masehi yang pada abad 12 sebelum masehi oleh dinasti Yuan, pulau-pulau dan wilayah laut di LCS dimasukkan kedalam peta teritori China ,kemudian diperkuat dengan dinasti Ming dan dinasti Qing pada abad ke 13 sebelum masehi.Pada awal abad ke 19 dan abad ke 20, China mengemukakan bahwa kepulauan Spratly jaraknya kurang lebih 1100 km dari pelabuhan Yu lin ( p. Hainan ), dan sebagian dari kepulauan Nansha dan kepulauan Paracel yang terletak di sebelah utara kepulauan Spratly jaraknya kurang lebih 277,8 km dari pulau Hainan sebagai bagian dari provinsi Hainan.Pada tahun 1947 China mengeluarkan peta Laut China Selatan dengan 9 garis putus-putus dan membentuk huruf U , serta menyatakan semua wilayah yang ada di dalam garis merah terputus-putus itu adalah wilayah teritori ChinaSejak tahun 1976, China telah menduduki beberapa pulau di kepulauan Paracel dan pada tahun 1992 hukum China menegaskan klaim tersebut.Seperti diketahui, China telah mengklaim seluruh laut China selatan dengan mengeluarkan peta yang didalamnya terdapat kepulauan Spratly, ironisnya pada masa yang sama ada 5 negara yang juga menuntut kepulauan Spratly yaitu Taiwan, Vietnam, Pilipina, Malaysiadan Brunei.China bukan saja mengklaim kepulauan Spratly tapi juga mencaplok semua wilayah ZEE negara-negara yang bersengketa di Laut China Selatan dan maupun yang tidak bersengketa termasuk wilayah perairan Natuna – Indonesia.Dunia pun dibuat bingung termasuk Amerika dan PBB sendiri.Konvensi PBB tentang hukum laut ( UNCLOS ) yang diratifikasi oleh negara anggota PBB tahun 1982 ,memberikan pengaruh terhadap sengketa wilayah LCS.Bagian terpenting dari UNCLOS ini adalah memberikan hak kepada setiap negara untuk menjadikan lautan dengan radius 200 mil dari daratan sebagai EEZ ( Exclusive economi zone ) atau ZEE.EEZ atau ZEE merupakan lautan yang diberikan hak untuk dieksploitasi dan digunakan kepentingan perekonomian secara domestik suatu negara.Wilayah lautan diluar dari wilayah EEZ ini akan dianggap sebagai wilayah perairan internasional.Maka oleh sebab itu negara seperti Taiwan,Vietnam, Pilipina, Malaysiadan Brunei yang terlibat langsung sengketa dengan China terus menerus berjuang menolak klaim China pada Laut China Selatan.Kepulauan NATUNA sebagai pintu gerbang Indonesia wilayah utara yang juga wilayah yang berhadapan langsung dengan arena konflik LautChina Selatan ( LCS ) , juga tak luput dari gonjang-ganjing kawasan.Indonesia tidak termasuk dalam negara pengklaim pada konflik LCS khususnya kepulauan Spratly, namun klaim China di dalam peta mereka yang menunjukkan 9 garis putus-putus ( Nine dash line ) yang berbentuk huruf U, telah memotong garis landas kontinen dan Zona eksklusif Indonesia atau ZEE.ZEE berarti garis pangkal yang ditarik dari pantai terluar pulau Natuna sepanjang 200 mil ke utara membujur ke Laut China selatan.Garis pangkal milik Indonesia inilah yang dipotong oleh China menjadi miliknya melalui klaim nine dash line.Pada tahun 1930, bung Karno pernah memperingatkan tentang konflik Laut China Selatan ini,” Bahwa Asia-pasifik akan jadi pusatnya dunia, perang lautan teduh adalah babak pembuka kemerdekaan Asia Raya.Kelak Eropa hanya jadi benua tua yang sakit-sakitan sementara Asia Pasifik akan tumbuh bak gadis molek yang menghantui setiap pikiran lelaki”.Melalui segelintir ungkapan ini, jelaslah Bung Karno sudah meletakkan pandangan geopolitiknya yang amat menjangkau masa depan.Terbukti sekarang kawasan Asia Pasifik menjadi rebutan antara Amerika dan China yang didalamnya ada Laut China Selatan.Terkait konflik Laut China Selatan juga telah menyeret Indonesia sebagai salah satu negara yang wilayahnya berbatasan langsung dengandaerah konflik.Sejak dari tahun 2010, Indonesia belum berhasil mendapatkan klarifikasi melalui PBB mengenai dasar hukum bagi Nine dash line.Bagi Indonesia, klaim sepihak China yang sudah menerobos perairan Natuna melalui garisan sembilan putus-putus merupakan suatu ancamankedaulatan yang serius.Meskipun Indonesia bukan negara yang terlibat langsung konflik LCS, apabila tidak ada solusi baik jangka pendek maupun jangka panjang maka akan berdampak terhadap ketahanan nasional.Karena hakekat ketahanan nasional adalah keuletan dan ketangguhan bangsa yang mengandung kemampuan untuk menghadapi tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan guna menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara daam perjuangan mencapai tujuan nasional.Apabila China memaksakan ingin menguasai wilayah Laut China Selatantermasuk menyangkut perairan Natuna, maka secara tak langsung menyangkut aspek ketahanan Nasional yang terdiri dari geografi dan sumber kekayaan alam yang terkandung di dalamnya.Insiden pelanggaran kapal penjaga pantai China terhadap kapal hiu 11 milik KKP Indonesia yang menangkap kapal ikan nelayan China KM Kway Fey 10078 , adalah bukti dari keangkuhan negara plastik ini.Kapal nelayan China tersebut telah kepergok sewaktu menangkap ikan diperairan Natuna yang hanya berjarak 4,34 km dari pantai Natuna.Untuk diketahui, zona teritorial adalah wilayah kedaulatan NKRI yangdiukur 12 mil dari garis pantai.Ini bermaksud pencerobohan kapal nelayan China tersebut adalah sebuah pelecehan terhadap kedaulatan wilayah Indonesia.Anehnya Dubes China di Jakarta menampik bahwa kapal nelayan tersebut tidak memasuki perairan Indonesia tapi di wilayah mereka sendiri.Apa maksud mereka berbuat demikian?Apakah karena China memiliki senjata nuklir hingga mereka berlagak jadi penguasa di muka bumi ini?Apakah karena tidak ada lagi negara didunia ini yang bisa menghentikan langkah China hingga mereka berbangga diri jadi bangsa perampok?Ketika Afrika mereka berhasil menjajahnya…….Mereka akan menerkam Asia tenggara……Tidak ada istilah saudara tua…..Tidak ada istilah adik kandung…….Yang ada hanya para cecunguk yang ingin menjarah harta benda tanah Indonesia.Bangkitlah wahai rakyat Indonesia,Jangan lepas dari mulut buaya masuk pula ke mulut harimau,Jadikan buaya seperti cicak…….Jadikan harimau seperti kucing……Jadikan naga seperti cacing……..Percayalah bola itu bulat, bisa saja dalam hitungan matematika pemainlawan dengan gah segudang prestasi belum tentu akan menang.Mereka memiliki 36 filosofi perang kuno,Kita juga mempunyai 24 filosofi perang kuno,Mereka memiliki kungfu kita juga mempunyai pencak silat,Mereka bangsa petarung, kita bangsa pejuang,Kita pancing sang naga untuk turun gunung, selanjutnya kita gebug dengan gelar wukir jaladiri.Belajar dari sejarah adalah spirit perjuangan kita,Raden wijaya pernah mengalaminya situasi sedemikian,Tapi dengan semangat pendekar Nusantara,Para cecunguk-cecunguk naga utara tersebut berhasil di pukul mundur lari pontang-panting.Bangsa Indonesia bukan seperti bangsa Rusia yang tidak terdaya melawan Turki karena kepentingan investasinya.Jangan merasa kalah dengan China karena mereka mempunyai militer yang kuat.Jangan pernah minder dengan China karena mereka penguasa ekonomi dunia.Jangan ciut nyali karena mereka negara yang besar.Jangan terlalu memberi muka dengan China karena mereka sama jahat dengan Amerika.Jangan tundukan kepala kita terhadap China karena investasinya di Indonesia.Mereka bukan Tuan kita, karena kita sudah punya PANCASILA sebagai ideologi bangsa.This is INDONESIA……!!!Ini soal harga diri bangsa……Ini soal kepentingan rakyat……Ini soal kedaulatan NKRI……Ini soal masa depan generasi anak-anak Indonesia…….Mereka cuma negara pencuri……Mereka cuma negara penjiplak……Mereka cuma negara komunis…….Mereka sudahpun menjajah ekonomi kita…..Mau apalagi mereka……Ayo pemuda-pemudi Indonesia…….!!!Ayo rakyat jelata…….!!!Ayo seluruh warga negara Indonesia…….!!!Bangkitkan kembali semangat puputan margarana……!!!Bangkitkan kembali semangat arek-arek Suroboyo…….!!!Bangkitkan kembali semangat revolusi 45……!!!Ambil kembali semangat ganyang Malaya…….!!!Ambil kembali semangat operasi Trikora…….!!!Tidak ada lagi penjajahan fisik kali kedua…..!!!Tidak ada lagi pelecehan kali kedua…..!!!Ini tanah air kita…..!!!Ini tanah tumpah darah kita……!!!Ini negara kita……!!!Lihatlah dengan segera hamparan hijau nan indah dari Sabang sampai Merauke……!!!Kepulauan Nusantara ini milik kita dan bukan milik bangsa asing……!!!Kita berhak mempertahankannya sampai titik darah penghabisan……!!!Jangan bagi peluang untuk musuh merampas tanah keramat ini walau sejengkalpun……!!!Bersiap sedialah untuk menerkam naga dari utara……!!!“Jalmo moro jalmo mati”“Dhemit moro dhemit mati”“Dewa moro dewa keplayu”“Dhemit ora ndulit setan ora doyan”